Self Healing "Menyembuhkan Diri Sendiri di Tengah Hidup yang Makin Ribet dan Berantakan"
Self healing itu bukan istilah sok-sokan ala konten medsos yang estetik dengan kopi latte dan journaling manis doang. Lebih dari itu, self healing adalah proses berdamai sama diri sendiri setelah capek dihajar hidup dari segala arah.
Capek kerja, capek mikir, capek jadi kuat sendirian, capek pura-pura baik-baik saja. Dan lucunya, banyak dari kita baru sadar butuh self healing justru pas udah di titik “kok hidup gue begini amat ya?”.
Nah, di situlah self healing mulai relevan, bukan sebagai solusi instan, tapi sebagai perjalanan pelan-pelan buat ngerawat luka yang sering kita anggap sepele.
Di kehidupan sehari-hari, luka batin itu nggak selalu datang dari kejadian besar yang dramatis. Kadang cuma dari ekspektasi yang nggak kejadian, ucapan orang yang nyeletuk tapi nancep, atau perasaan gagal memenuhi standar hidup versi orang lain.
Masalahnya, kita sering terlalu sibuk buat produktif sampai lupa ngasih waktu buat diri sendiri. Self healing ngajarin kita buat berhenti sejenak, narik napas, dan jujur sama perasaan sendiri.
Capek ya bilang capek. Sedih ya nggak usah sok kuat. Karena menyangkal perasaan justru bikin luka makin dalam dan makin susah sembuh.
Proses self healing itu nggak linear dan nggak ada checklist baku. Ada hari di mana kamu ngerasa baik-baik saja, besoknya tiba-tiba kepikiran hal lama dan mood langsung anjlok. Dan itu normal.
Self healing bukan tentang “harus bahagia terus”, tapi tentang menerima kalau emosi manusia itu naik turun.
Kadang healing itu cuma tidur cukup, makan enak, matiin notifikasi, atau nggak ngapa-ngapain tanpa rasa bersalah.
Kadang juga healing itu nangis sendirian jam dua pagi sambil mikir, “gue pengen hidup yang lebih tenang.” Semua itu sah.
Yang sering salah kaprah, self healing dianggap egois. Padahal justru sebaliknya. Dengan merawat diri sendiri, kita jadi versi yang lebih utuh buat orang lain.
Kamu nggak bisa terus ngasih kalau diri sendiri kosong. Self healing ngajarin batasan, ngajarin bilang “cukup”, dan ngajarin bahwa menjaga kesehatan mental sama pentingnya kayak cari uang atau ngejar target hidup.
Kamu nggak lemah karena butuh jeda, kamu manusia. Dan manusia itu wajar banget kalau butuh istirahat, bukan cuma fisik tapi juga batin.
Self healing itu bukan tentang kabur dari masalah, tapi menghadapi hidup dengan kondisi mental yang lebih sehat.
Luka mungkin nggak hilang sepenuhnya, tapi kamu belajar hidup berdampingan dengannya tanpa terus-terusan kesakitan.
Kamu belajar mengenal diri sendiri, tahu apa yang bikin kamu runtuh dan apa yang bikin kamu pulih.
Pelan-pelan, kamu sadar kalau sembuh itu bukan garis finish, tapi proses panjang yang kadang melelahkan, tapi layak diperjuangkan.
Dan kalau hari ini kamu lagi berusaha self healing, satu hal penting: kamu nggak sendirian, dan usaha kecilmu itu valid. #Postingan Lainnya